Jujur yaaah, dalam rumah tangga ku konflik yang paling sering timbul diantara saya dan suami adalah konflik akibat membicarakan masalah uang. Walaupun uang tidak menjadi prioritas kami dalam menjalani hidup berkeluarga, namun uang adalah penopang atau salah satu sarana kami di dalam kami mencapai tujuan tujuan yang ingin kami capai dalam keluarga kami.
Maksud hati ingin berbagi mengenai masalah keuangan dengan suami, tapi kemudian ujung ujungnya timbul masalah yang berakhir dengan konflik diantara kami, lama kelamaan saya kemudian menjadi kapok membicarakan mengenai uang dengan suami saya, tetapi kemudian saya berpikir, apa bisa kami tidak membicarakan masalah uang? padahal sehari harinya kami menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami, akhirnya saya mengambil kesimpulan saya harus menemukan jalan keluar dari permasalahan kami yang satu itu.
Bagaimana caranya kami membahas mengenai uang, tanpa harus bertengkar ujung ujungnya, intinya bahwa meski kurang nyaman, masalah yang timbul karena uang harus dibicarakan kepada suami kita.
Dari sebuah artikel yang saya baca di majalah wanita dan keluarga, salah satu penyebab terbesar perceraian adalah karena uang. Perencana keuangan Maire Allvine, yang juga penulis buku The Family CFO: The Couple business Plan for Love and Money mengungkapkan, sebagian besar pasangan suami istri tidak tahu cara tepat membicarakan keuangan. Allvine mengamati, orang bereaksi sangat emosional saat membicarakan uang, "Kebanyakan suami-istri memilih tidak membicarakan soal uang ketimbang ujung-ujungnya bertengkar atau malah bercerai".
Kita nih sebagai mommi, biasanya mengaitkan uang dengan rasa aman. Memiliki tabungan dan punya penghasilan tetap adalah obsesi para mommi mommi, betul tidaaakk ???.
Sebagai mommi, kita pasti akan merasa tenang, jika dapat memprediksi dana yang akan kelola setiap bulannya dalam anggaran rumah tangga kita.
Lalu, bagaimana membicarakan topik tak nyaman ini? Berikut saran dari ahlinya, mudah mudahan bisa kita terapkan dalam kehidupan berkeluarga kita.
- Pilih waktu yang pas, misalnya, di momen sedang bersantai dan di situasi tenang. dan rileks. Atau, cari waktu khusus, seperti, setelah anak-anak tidur malam.
- Tunjukkan niat baik Anda untuk mendengarkan, saat mengajak pasangan bicara soal uang. Doronglah pasangan untuk bersikap sama dengan Anda. Mulailah dengan bercerita, bagaimana dulu orang tua Anda membicarakan masalah keuangan. Kemudian, kemukakan keinginan Anda untuk membicarakan soal uang.
- Jujurlah pada diri sendiri tentang apa yang Anda rasakan. Bila secara keuangan Anda termasuk istri mandiri atau punya penghasilan besar, biasanya Anda punya kecemasan memikul tanggung jawab terbesar dalam hal pengeluaran dibandingkan suami Anda. Anda sebaiknya jujur mengakui hal ini. Kemukakan juga alasannya, mengapa Anda merasa khawatir. Lalu pikirkan bersama, cara terbaik dan tepat untuk Anda berdua mengelola keuangan keluarga Anda.
- Tetaplah pada topik pembicaraan ketika Anda bicara tentang uang. Bersikaplah obyektif, jauhkan diri dari prasangka dan sikap subyektif. Apabila bahasan Anda dan pasangan "menyinggung" area sensitif, tetaplah berkepala dan berhati sejuk!
- Libatkan pihak lain, apabila Anda dan pasangan merasa kesulitan menemukan cara tepat menata keuangan keluarga. Konsultan keuangan keluarga bahkan bisa membantu Anda berdua mengubah perilaku dan cara Anda berdua dalam menggunakan uang.
- Eratkan hubungan. Keterbukaan Anda sangat tergantung pada kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Hubungan emosi yang solid antara Anda dan pasangan akan memudahkan langkah-langkah bicara uang tanpa khawatir memicu pertengkaran. Untuk itu, Anda dapat memulai dengan bersikap terbuka pada pasangan dalam mengelola keuangan keluarga. Caranya:
- Rumuskan tujuan dan prioritas. Mengungkapkan tujuan finansial bersama memudahkan Anda berdua berjalan ke arah tujuan ini. Misalnya, membeli rumah setelah lima tahun menikah , menabung untuk biaya pendidikan anak dan lainnya
- Jangan berahasia dan secara diam-diam membelanjakan uang. Ini merupakan kebiasaan buruk. Pola seperti ini salah karena Anda tidak jujur dan melakukan sabotase terhadap rencana finansial Anda.
- Berbagi tanggung jawab adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari pertengkaran seputar masalah uang. Buatlah perhitungan yang fair, agar tanggung jawab masing-masing dalam hal keuangan jelas, seperti siapa yang mencari nafkah , siapa yang mengelola uang belanja, dan seterusnya. Jika Anda senantiasa merasa nyaman saat merancang keuangan keluarga bersama atau paling tidak bicara tentang uang, maka bisa dipastikan pernikahan Anda akan aman dari pertengkaran yang dipicu masalah ini.
Okeyy, sudah siap membahas masalah keuangan dengan suami ?? Mudah mudahan mommi sekalian bisa menjadi sparing partner yang TOP dalam membina hubungan yang sehat dengan pasangan hidup kita masing masing.
(dimodifikasi dari majalah Ayahbunda online, rubric keluarga, gambar dipinjam dari sini http://i878.photobucket.com/albums/ab346/layathenerd/money.jpg )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar