Selasa, 09 Oktober 2012

Mommie Gaul


Dear mommies, sudah lama sekali alias long time ago tidak nulis dan ngeblog. Hati kecil selalu ingin menyempatkan untuk menulis kembali, tapi apa daya, kesibukan di bisnis semakin meningkat, walhasil kesempatan untuk menulis sama sekali tidak ada.

Padahal banyak sekali hal yang ingin saya share untuk mommies, banyak, temanya pun macam macam. Seputar kehidupan kita para mommies, sebagai perempuan seutuhnya, sebagai istri, sebagai mama, sebagai pemilik usaha yang memiliki usaha sendiri,sebagai karyawan yang masih kerja sama orang lain, hehehe. Pokoknya seputar kehidupan para mommies.

Untuk kesempatan kali ini, setalah akhirnya memiliki waktu luang untuk menulis, saya ingin share soal pergaulan bagi para mommies, seberapa penting dan seberapa banyak manfaatnya untuk kita. Ada hal yang mendasari saya ingin mengembangkan tema ini menjadi sebuah tulisan, saya terinspirasi oleh salah seorang kenalan, boleh juga disebut teman, tapi kami tidak berteman begitu akrab, hanya sebatas keperluan “pergaulan” itu. Oke mari kita bahas mengenai kata dalam tanda kutip itu yaa.

Sebagai mommi senior nih (merasa senior karena saya sudah lebih sepuluh tahun berumah tangga dan nyaris delapan tahun menjadi mommi dari dua anak :P) saya sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam pergaulan. Sebut saja, pergaulan dalam lingkungan ibu ibu sekolah mulai dari pg-sd, pergaulan teman reuni sd-kuliah s2, pergaulan dengan x rekan rekan kerja di kantor ini, di kantor itu, pergaulan di komunitas ini, pergaulan di komunitas itu. Whuaaa rameee. No wonder yah mommies, every weekend jadwal sudah dipenuhi dengan aneka janji dengan aneka komunitas pergaulan yang saya sebut diatas. Kalau saya tidak pintar pintar mengelola dan memilah milih teman pergaulan, maka habislah waktu saya hanya untuk pergaulan tersebut.

Nah berangkat dari situ, kemudian saya menyari bahwa kita sebagai mommies (baik yang aktif diluar rumah sebagai pebisnis  seperti saya J atau pekerja kantoran alias karyawan maupun yang full time mommies, yang menghabiskan waktu di didlam rumah mengurus semua urusan rumah tangga, bahkan banyak diantara kita para mommies sekarang ini yang aktif sebagai pebisnis online dari rumah) memang memerlukan suasana lain dengan keseharian kita, minimal seminggu sekali. Nah suasana lain itu, biasanya kita dapatkan pada waktu weekend (sabtu-minggu), karena di sabtu-minggu, yang berbisnis,kegiatannya mulai berkurang, yang karyawan kantor memang jatah liburnya di hari itu, yang ibu rumah tangga karena suaminya pun libur di hari itu, sehingga bisa mendelegasikan sebagian pekerjaaan rumah tangga pada mereka. Suasana lain itu sangat manjur untuk kita para mommies untuk kembali merefresh body en soul kita. That’s why kemudian timbul istilah me time di kalanagan perempuan. Karena dengan me time, kita bisa melakukan banyak hal yang menjadi kesenangan kita diluar rutinitas yang padat dalam renggang waktu weekdays (senin-jumat).
Tapi mommies, bukan itu sebenarnya yang ingin saya gali disini. Saya ingin berbagi kepada mommies, seberapa terlibatnya kita di dalam pergaulan itu. Menjadi penting menurut saya, karena seringkali para mommies menjadikan pergaulan itu sebagai  tempat kita menumpahkan keruwetan kita (harapannya), padahal tidak semua bentuk pergaulan, bisa kita gunakan sebagai alat/wadah untuk melampiaskan keruwetan kita sebagai mommies. Ingat, masing masing bentuk komunitas/perkumpulan itu, memiliki tujuannya masing-masing, ada yang untuk reuni kecil kecilan, ada yang untuk share hobby, share kesukaan, share pekerjaan di bidang yang sama, dan lain lain. Jangan tergoda untuk mengikuti semua bentuk pergaulan tersebut, pilih saja 2-3 yang mommies rasa bisa mengakomodir keinginan dan minat mommies. Pilih bentuk pergaulan yang nilainya positif, kalau memang harus terlibat di dalam bentuk pergaulan yang isinya adalah orang orang yang tidak akrab dengan mommies alias bukan teman teman lama atau tergolong sahabat dekat, maka pandai pandai lah mengelola emosi, jangan buka bukaan alias menceritakan semua masalah pribadi yang sedang mendera, dan jangan mempercayakan apapun yang sifatnya pribadi. Ambil saja positifnya, bahwa mommies memiliki teman teman baru, kenali satu satu pribadinya teman teman dalam pergaulan tersebut. Jika dirasa perlu simpan nomor kontaknya, share pin blackberry atau alamat email. Apalagi jika yang bersangkutan bisnis atau kesukaannya ada hubungannya dengan bisnis atau hobby yang sedang mommies jalankan. Pake prinsip, semakin banyak teman semakin banyak pintu pintu rezeki yang terbuka.

Berada dalam pergaulan yang isinya teman teman jaman sd-esempe-esema-kuliah pun demikian, jangan obral rahasia rahasia rumah tangga yah mom, cukup share hal hal ringan. Kita tidak pernah tahu, apakah teman yang jaman sd dulu sangat baik masih memiliki sifat yang sama seperti dulu. Banyak hal yang bisa merubah sifat dan karakter manusia, apalagi dengan bertambahnya usia dan pengalaman hidup. Berbagilah hal hal yang bersifat ringan saja.

Lain halnya kalau mommies berkumpul dengan sahabat sahabat yang benar benar dekat dengan mommies, yang intensitas komunikasinya memang sering dan tidak pernah putus, alias sahabat yang selalu menjadi orang orang pertama yang mengetahui setiap perkembangan mommies, yang selalu ada saat saat mommies mengalami hal  hal yang menyedihkan atau situasi kondisi yang sedang down. Nah disitulah mommies boleh berbagi hal hal yang berat, karena sahabat, walaupun tidak intens bertemu, tetapi akan selalu keep in touch dan share up date. Hehehe, thanks GOD,saya memiliki sahabat sahabat seperti itu. 

Sudah ngeh kan mommies dengan isi tulisan saya ? Saya hanya ingin share, bahwa pergaulan untuk mommies memang hal yang tidak bisa dikecilkan manfaatnya, tetapi mommies tetap harus ingat aturan dasarnya. Kids dan suami adalah hal terpenting, kesampingkan dulu hal hal yang bersifat fun sebelum hal hal yang wajib selesai. Jangan tergoda untuk bergabung dalam satu komunitas pergaulan karena tidak ingin dipandang sebelah mata, ingin terlihat gaul atau memiliki banyak teman dari kalangan tertentu. Abaikan jika hal tersebut yang memotivasi mommies untuk terlibat dalam pergaulan. Bergabunglah dalam satu pergaulan karena mommies merasa nyaman dalam pergaulan tersebut, apalagi jika pergaulan tersebut membawa banyak manfaat untuk mommies, misalnya, dari komunitas tersebut mom bisa menambah relasi atau membantu mommies mendapatkan market dari produk/jasa yang mommies jual. bisa saling tukar informasi mengenai hal hal yang disukai, atau apa saja yang sifatnya positif.

Segitu dulu deh mommies, syukurnya akhirnya saya bisa menyelesaikan tulisan ini, diantara keribetan melayani anak saya yang nomor 2, Aryo yang cerewet karena ingin banyak tahu, sambil tetap menyelesaikan orderan kue kue yang memang tinggal difinishing dan siap untuk diantar oleh kurir saya.

By the way, it’s the end, always update and functional ya moms, jangan ada waktu yang terbuang, gunakan semua waktu untuk hal hal yang bermanfaat. C u.

school mom.doc pribadi.

i
best friend.doc pribadi
  
client. doc pribadi


tda community.doc pribadi
mompreneur.doc pribadi



hihihi, ini nih foto foto terakhir yg sempat disave di bb, take a look, beda-beda kan mom peoplenya.., what a nice friendship.

Senin, 24 Januari 2011

Tanda Tanda Stress pada Kulit Wajah



Banyak Mommies atau wanita dan remaja putri yang tidak menyadari kulit wajahnya dalam kondisi stress, berikut adalah kondisi atau tanda tanda kulit wajah mengalami stress, yaitu :
1.     Kulit wajah menjadi kering
Stress meningkatkan hormon kortisol, yang bisa merusak kekuatan kulit untuk menahan air. Hasilnya, kulit akan kekurangan kelembaban, yang berakibat pada hilangnya kilau kulit.
2.     Garis Halus
Meningkatnya hormon kortisol juga dapat memicu naiknya gula darah yang akan menurunkan produksi kolagen dan elastin. Efek dari penurunan produksi kolagen dan elastin akan berdampak timbulnya garis halus yang lama-kelamaan akan menjadi keriput permanen.
3.     Kulit kemerahan
Naiknya tekanan darah saat Anda sedang mengalami stres yang menyebabkan kapiler berkembang akan membuat kulit tampak kemerahan yang dalam bahasa kedokteran disebut rosacea.
4.     Jerawat
Stres meningkatkan peradangan, yang bisa menyebabkan kulit berjerawat, pori pori membesar dan kecenderungan untuk wajah menjadi berjerawat semakin besar.
5.     Mata Hitam
Stress pada tubuh, akibat beban kerja atau beban pikiran yang berlebihan,juga akan mengaruhi kondisi dibawah mata, akan timbul garis hitam dan mata terlihat sembab.

Untuk mengatasi stress pada kulit wajah,mommies, para wanita  dan remaja putri bisa melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 X seminggu  untuk mengurangi ketegangan, meningkatkan sirkulasi darah, dan menjaga peradangan. Minimal jalan kaki 20 sampai 30 menit deh, bisa membantu mendorong endorfin. Tidur yang berkualitas 7 sampai 8 jam per hari, membantu memulihkan energy. Selain itu, gunakan produk kecantikan  yang bersifat hypoallergenic, bebas pewangi, dan ber-pH rendah untuk mencegah kekeringan dan peradangan.

As usual mommies, I have to tell you, a very good produk from Oriflame, yaitu Optimals Oxygen Bost Cream. Krim Oksigenisasi untuk mendorong pernapasan kulit  dan membantu mengurangi stress pada kulit wajah.


Gunakan secara teratur pagi dan malam, untuk memulihkan kondisi wajah yang dalam keadaan stress, dan tetap konsumsi makanan yang sehat, menganduk banyak serat, kurangi gula dan pemanis buatan dan say no to smoking ;), last, perbanyak minum air putih yah mommies.

Okay, let’s be healthy n’ enjoy your life mommies, don’t forget to take care your family :).



Minggu, 23 Januari 2011

Menghadapi Ledakan Emosi Anak.


Ledakan emosi biasanya terjadi dari usia 1 hingga 3 tahun, baik anak laki maupun perempuan. Temperamen anak-anak berubah secara dramatis, beberapa anak mungkin mengalami ledakan emosi secara berkala, sedangkan yang lain mungkin hanya jarang-jarang saja. Di saat mereka tidak bisa melakukan sesuatu, sering kali mereka menggunakan satu cara untuk melampiaskan kejengkelan mereka, yaitu meluapkan emosinya.

Beberapa penyebab dasar dari ledakan emosi yang sering dikenali adalah kebutuhan akan perhatian, lelah, lapar, ataupun perasaan tidak nyaman. Sebagai tambahan, ledakan emosi ini adalah akibat frustasinya si anak karena mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu misalnya suatu benda ataupun perhatian orangtuanya. untuk. Frustasi merupakan suatu bagian dari hidup mereka yang tidak bisa dihindarkan sembari mereka mempelajari bagaimana manusia, benda, dan tubuh mereka bekerja.

Ledakan emosi juga umum dialami saat usia 2 tahun, saat di mana anak-anak belajar menguasai bahasa. Mereka mengerti akan sesuatu namun susah untuk mengatakannya karena keterbatasan bahasa. Seiring dengan meningkatnya kemampuan berkomunikasi, ledakan emosi ini cenderung menurun.

Cara terbaik untuk mengatasi ledakan emosi adalah dengan menghindarinya bilamana memungkinkan. Ada beberapa strategi yang bisa membantu:
  1. Pastikan anak Anda tidak bersandiwara hanya karena dia tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Bagi seorang anak, perhatian negatif (reaksi orangtua terhadap ledakan emosi kemarahannya) adalah lebih baik ketimbang tidak ada perhatian sama sekali. Cobalah untuk membiasakan diri mengenali perilaku baik sang anak dan memberikan penghargaan atas perilaku baiknya
  2. Cobalah memberi anak-anak tersebut suatu kontrol atas hal-hal kecil yang mereka sanggup lakukan. Hal ini akan memenuhi kebutuhan mereka akan kebebasan dan mengurangi ledakan emosi kemarahan secara drastis. Tawarkan pilihan kecil seperti “Apakah kamu mau jus jeruk atau jus apel?” atau “Apakah kamu mau menggosok gigi sebelum atau setelah mandi?”. Dengan cara ini, Anda tidak bertanya “Apakah kamu mau menggosok gigi sekarang?” yang tanpa bisa dihindari akan dijawab oleh sang anak dengan “Tidak".
  3. Simpan dengan baik benda-benda berbahaya agar di luar jangkauan anak-anak, jauhkan dari pandangan mata ataupun jangkauan tangan mereka; sehingga mereka tidak perlu berjuang begitu keras untuk mendapatkan benda-benda tersebut. Tentu saja hal ini tidaklah mungkin bisa dilakukan setiap waktu, khususnya di luar rumah di mana lingkungan tersebut tidaklah bisa dikendalikan.
  4. Alihkan perhatian sang anak. Manfaatkan rentang perhatian anak yang pendek dengan menawarkan barang pengganti ataupun memulai aktivitas baru untuk menggantikan aktivitas yang berpotensi membuat frustasi ataupun yang dilarang. Atau bisa juga dengan mengganti suasana dengan membawa mereka ke ruang lain.
  5. Ketika anak-anak bermain atau berusaha menguasai suatu tugas baru, aturlah agar mereka bisa mengalami keberhasilan setahap demi setahap. Berikan mainan yang sesuai dengan umurnya. Juga mulailah dengan sesuatu yang sederhana dan mudah sebelum melanjutkannya dengan tugas yang lebih sulit.
  6. Pertimbangkan permintaan anak dengan seksama. Apakah permintaan ini terlalu berlebihan atau tidak? Pertimbangkan dengan baik, penuhi permintaan tersebut bilamana tidak berlebihan.
  7. Ketahui limit/batasan anak Anda. Jika Anda tahu anak sedang lelah, maka tidaklah tepat untuk mengajaknya berbelanja ataupun memintanya melakukan satu tugas lagi.
  8. Jika anak masih mengulangi aktivitas yang dilarang padahal membahayakan, peganglah sang anak dengan kuat untuk beberapa menit. Tatap matanya dan katakan Anda tidak mengijinkan tindakannya. Tetaplah konsisten. Anak-anak harus mengerti bahwa Anda serius untuk masalah yang berkaitan dengan keamanan.
Adapun Taktik Menghadapi Ledakan Emosi Kemarahan
Hal terpenting yang harus diingat tatkala berhadapan dengan seorang anak yang sedang marah, tidak peduli apa sebabnya, adalah tetap bersikap tenang. Jangan memperparah keadaan dengan rasa frustasi Anda. Anak-anak bisa merasakan saat orangtua mereka menjadi frustasi. Hal ini bisa membuat frustasi mereka menjadi lebih parah. 

Tarik nafas dalam-dalam dan cobalah untuk berpikir lebih jernih. Anak Anda meniru teladan Anda. Memukul anak tidaklah membantu dalam situasi seperti ini; karena anak akan menangkap pesan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah dengan pukulan. Milikilah kontrol diri yang cukup.

Pertama, coba pahami apa yang sedang terjadi. Ledakan emosi kemarahan harus ditangani secara tersendiri tergantung dari penyebabnya. Cobalah untuk mengerti penyebabnya. Misalnya ketika anak Anda sedang mengalami kekecewaan besar, Anda perlu berempati dengannya sebelum mengarahkan tindakan dan sikap selanjutnya.

Situasinya akan berbeda saat menghadapi ledakan emosi dari seorang anak yang mengalami penolakan. Sadarilah bahwa anak kecil belum memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu alasan dengan baik, sehingga Anda mungkin tidak menerima penjelasan yang memuaskan. 

Mengabaikan ledakan amarah mereka adalah satu cara untuk menangani hal ini dengan catatan ledakan emosi ini tidak membahayakan anak Anda ataupun orang lain. Lanjutkan saja aktivitas Anda setelah memberikan perhatian sesaat, biarkan ia berkutat sendiri dengan perasaannya namun masih dalam jarak pandangan Anda. Jangan tinggalkan anak kecil Anda sendirian, bila tidak, dia akan merasa ditinggalkan dengan emosi yang masih belum terkontrol. Ingat cara ini tidak selalu berhasil namun untuk kasus ringan bisa jadi sangat membantu.

Nah ceritanya akan sangat berbeda jika anak-anak yang sedang marah tersebut berada dalam bahaya karena menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. Sebaiknya anak ini dibawa ke tempat yang tenang dan aman untuk ditenangkan. Hal ini juga berlaku untuk ledakan emosi yang terjadi di tempat umum.

Anak-anak yang lebih besar cenderung memanfaatkan ledakan emosi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apalagi jika mereka telah mengetahui taktik ini berhasil sebelumnya. Jika anak-anak tersebut telah bersekolah, adalah pantas untuk meminta mereka ke kamar mereka untuk menenangkan diri dan memikirkan perilakunya. Ketimbang menggunakan batasan waktu tertentu, orangtua bisa meminta mereka tetap berada di kamar hingga mereka telah bisa mengendalikan diri. Ini adalah pilihan untuk penguasaan di mana anak belajar untuk mengendalikan diri dengan tindakan mereka.

Demikian Mommies, strategi menghindarkan ledakan emosi anak dan taktik menghadapi ledakan emosi anak bila sudah terlanjur terjadi. Intinya, always being positive think, karena dengan berpikir positif, mommies akan selalu bertindak positif. Jangan terpancing dengan tindakan tindakan negative yang seringkali menguasai akal sehat kita bila anak meledakkan emosinya.

Oke, mommies, selamat mengasuh anak yaaa, always smart n’positive think ;).

Unconditional Love

Cinta kepada anak adalah Unconditional Love atau cinta tanpa syarat, ditandai dengan tidak peduli dengan apa yang anak Anda miliki, ada keterbatasan atau tidak, tidak peduli dengan menjadi orang yang kita harapkan atau tidak. 

Anda benar-benar menerimanya APA ADANYA. Kondisi tersebut mampu mencegah terjadinya kebencian anak terhadap orang tua, perasaan tidak dicintai, perasaan bersalah, ketakutan maupun kecemasan yang menjadi sumber gangguan psikologis.

Sebagai orangtua kita harus terus menerus memberikan energy cinta  kepada anak kita, Mengingat energy  cinta tersebut juga bisa habis karena digunakan untuk melakukan aktivitasnya setiap waktu, maka teruslah memberikan energy cinta kepada anak dengan bahasa cinta seperti waktu berkualitas, kata-kata afirmatif yang meningkatkan self esteem atau harga dirinya, sentuhan fisik dan pelayanan.

Tandanya bagaimana anak dengan energy cinta penuh? Ia mau melakukan sesuatu atas kemauannya sendiri, kooperatif, bahagia, menunjukkan potensi dirinya. Hadiah yang kita berikan hanya bersifat visual untuk menunjukkan ekspresi cinta dan kepuasan kita sebagai orangtua akan energy positif yang dimiliki anak sebagai akibat dari energy cinta yang kita berikan.

Jika memiliki energy cinta yang full maka dapat dipastikan anak otomatis akan memiliki self esteem yang tinggi. Adapun anak yang memiliki harga diri yang tinggi tampil sebagai anak yang percaya diri, mandiri dan mampu mengelola emosinya secara positif serta mengatasi hambatan dengan baik. 

Lalu bagaimana caranya mencapai tujuan agar anak  kita memiliki harga diri yang tinggi? Yah melalui energy cinta yang kita berikan setiap saat, berilah bahasa cinta melalui afirmasi atau penguatan kata-kata yang positif kepada anak anak kita, kata-kata yang penuh cinta dan kasih sayang, kata-kata yang sarat dengan pujian untuk membangun kepercayaan dirinya yang sesuai dengan kenyataan anak, kata-kata yang positif yang disugesti secara terus-menerus.

Anak-anak sangat mudah mengalami kondisi hypnosis yaitu pada saat sedang asyik melakukan aktivitas kesukaannya misalnya menonton TV, membaca komik, berolah raga atau bermain. Pada aktivitas yang disenangi tersebut, anak-anak fokus dan pikiran bawah sadar terakses dengan mudahnya. Pada kondisi inilah waktu yang tepat saat anak terjaga memberikan kalimat positif…misalkan sugesti “Mama & Papa sangat mencintaimu…..semakin hari semakin Pintar” bisikan saja di telinga anak Anda.

Kuncinya semakin sering Anda ucapkan kata-kata positif tersebut, maka proses afirmasi diri dengan penguatan yang positif akan terus bekerja di pikiran bawah sadarnya. Kata-kata positif seperti siraman cahaya yang menghangatkan jiwa anak-anak kita, sehingga menumbuhkan perasaan nyaman dan ketenangan yang semakin memperkuat dirinya menjadi pribadi yang penuh dengan cinta.

So,Mommies, setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut kita adalah harapan dan doa untuk anak anak kita, jadi mulailah dari diri kita sendiri sebagai orangtua, berkata kata yang sopan dan santun, berucap lemah lembut, tegas dan lugas, adalah terapi efektif untuk membuat anak anak kita menjadi seperti apa yang kita inginkan. Kuncinya, ucapkan kata dan kalimat yang sesuai dengan yang mommies ingin anak anak lakukan/ perbuat.

Oke, Mommies, selamat menghipnotis anak yaaa ;) , cintailah anak anak kita tanpa syarat, be smart n’be cool.